Pertanian & Perkebunan
Perkebunan Kakao
Dusun Mambu Barat
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat Desa Mambu. Sebagian besar petani di desa ini menjadikan kakao sebagai sumber pendapatan utama maupun pendapatan tambahan selain bertani padi, jagung, dan tanaman hortikultura. Budidaya kakao telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian rumah tangga petani.
Sebagian besar tanaman kakao di Desa Mambu dikelola oleh petani rakyat dengan luas lahan yang relatif kecil hingga menengah. Sistem budidaya yang diterapkan masih didominasi oleh pola perkebunan rakyat, dengan kegiatan pemeliharaan meliputi pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta panen yang dilakukan secara berkala sesuai tingkat kematangan buah.
Meskipun memiliki potensi yang cukup besar, produktivitas kakao di Desa Mambu masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah serangan hama dan penyakit, seperti penggerek buah kakao dan penyakit busuk buah, penggunaan bibit yang belum seluruhnya unggul, keterbatasan pemupukan, serta fluktuasi harga kakao di tingkat petani. Selain itu, faktor perubahan iklim juga memengaruhi produksi dan kualitas biji kakao.
Dari sisi pemasaran, hasil panen kakao umumnya dijual kepada pedagang pengumpul di tingkat desa maupun kecamatan sebelum dipasarkan ke tingkat kabupaten atau industri pengolahan. Harga jual kakao sangat dipengaruhi oleh kualitas biji, kadar air, serta kondisi pasar. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pascapanen melalui fermentasi dan pengeringan yang baik menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual produk kakao.